Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan pendapatan usahatani serta faktor-faktor yang memengaruhi produksi bawang putih di Kabupaten Karanganyar. Penelitian dilakukan di Kecamatan Tawangmangu dan Kecamatan Jatiyoso dengan melibatkan 110 petani responden yang dipilih menggunakan teknik multi-stage sampling dan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui analisis biaya usahatani dan fungsi produksi Cobb-Douglas menggunakan software STATA 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi usahatani bawang putih sebesar Rp16.198.654 per 0,15 ha atau Rp107.991.030 per hektare. Rata-rata pendapatan petani sebesar Rp11.615.087 per 0,15 ha atau Rp77.433.918 per hektare, sedangkan keuntungan sebesar Rp2.675.891 per 0,15 ha atau Rp17.839.273 per hektare. Hasil analisis Cobb-Douglas menunjukkan bahwa benih, tenaga kerja, dan pestisida berpengaruh signifikan terhadap produksi bawang putih, sedangkan luas lahan, pupuk kandang, dan pupuk kimia tidak berpengaruh signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan input produksi yang tepat dan efisien dapat meningkatkan produktivitas dan keuntungan usahatani bawang putih.
Copyrights © 2026