Pangan memiliki hubungan erat dengan peningkatan kualitas hidup bangsa, sehingga pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup merata menjadi prioritas pembangunan. Salah satu upaya strategis untuk mencapai tujuan ini adalah melalui pengembangan sistem pangan berkelanjutan yang mampu memberikan perlindungan baik bagi produsen maupun konsumen. Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) diluncurkan sebagai inisiatif untuk meningkatkan ketahanan pangan ditingkat rumah tangga. Namun, pelaksanaan program pemberdayaan tidak terlepas dari berbagai tantangan, salah satunya dlaam hal ketimpangan gender. Ketimpangan dan ketidak adilan gender dalam pembangunan khususnya dalam bidang pertanian terjadi karena adanya keterbatasan peran-peran perempuan dalam pembangunan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kesetaraan gender terhadap ketahanan pangan rumah tangga peserta program P2L di Kabupaten Bogor. Menunggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 60 responden di tiga kecamatan (Ciampea, Rumpin dan Cibubulang), data dianalisis menggunakan Structural Equation modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesetaraan gender berpengaruh kuat dan signifikan terhadap peningkatan ketahanan pangan dengan nilai kkoefisien 0,761 dengan kontribusi sebesar 57,9%. Semakin setara peran dan hubungan laki-laki dan perempuan dalam rumah tangga, maka ketahanan pangan semakin meningkat.Kata kunci: Kesetaraan gender, ketahanan pangan, program pekarangan pangan lestari (P2L)
Copyrights © 2026