Sayuran sebagai produk pangan segar, mengalami peningkatan pembelian sejak pandemi Covid-19 dan memunculkan berbagai toko sayur online di e-commerce, salah satunya Sayur.go di Kota Bandung. Namun, fluktuasi penjualan dan fenomena banyaknya usaha sejenis yang tidak bertahan menunjukkan adanya risiko operasional yang perlu dianalisis dan dimitigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko aktivitas usaha sayur online dan menganalisis upaya mitigasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan studi kasus dengan alat analisis House of Risk (HOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 kejadian risiko yang berasal dari 21 sumber risiko pada aktivitas usaha Sayur.go. Berdasarkan perhitungan nilai ARP, terdapat 9 sumber risiko prioritas yang dianggap menjadi penyebab utama terjadinya risiko secara keseluruhan. Teridentifikasi 12 aksi mitigasi yang perlu dilakukan oleh Sayur.go, dan tindakan utama yang perlu dilakukan oleh Sayur.go adalah penyusunan standard operating procedure (SOP) tertulis untuk meningkatkan kualitas layanan.
Copyrights © 2026