Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan konsumsi sagu sebagai pangan pokok alternatif di Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya ketergantungan masyarakat terhadap beras sebagai pangan utama, sementara potensi pangan lokal seperti sagu belum dimanfaatkan secara optimal. Sagu memiliki kandungan karbohidrat tinggi, adaptif terhadap lahan marginal, serta memiliki nilai budaya dan ekonomi yang signifikan, sehingga berpotensi menjadi alternatif dalam mendukung ketahanan pangan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap rumah tangga sebagai responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk mengidentifikasi pengaruh variabel pendapatan, harga, preferensi, ketersediaan, dan pengetahuan gizi terhadap konsumsi sagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sagu di Kecamatan Kolaka masih relatif rendah dan bersifat substitutif. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap konsumsi sagu meliputi pendapatan, ketersediaan, dan pengetahuan gizi, sedangkan harga dan prefrensi memiliki pengaruh yang lebih kecil. Persepsi masyarakat yang menganggap sagu sebagai pangan inferior juga menjadi hambatan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan intervensi kebijakan, edukasi, serta inovasi produk olahan untuk meningkatkan konsumsi sagu sebagai bagian dari diversifikasi pangan.Kata kunci: konsumsi sagu, pangan alternatif, determinan konsumsi, ketahanan pangan
Copyrights © 2026