Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan yang banyak dibudidayakan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kecamatan Kembayan memiliki potensi besar untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit, namun produktivitasnya masih relatif rendah. Salah satu upaya peningkatan produktivitas adalah melalui penggunaan benih bersertifikat yang menjamin mutu genetik, meskipun harganya relatif mahal dibandingkan benih non-sertifikat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih benih kelapa sawit bersertifikat atau non-sertifikat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan 100 responden petani kelapa sawit rakyat yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi logistik biner dengan variabel internal (umur, pendidikan, pengalaman usahatani, luas lahan, penerimaan, persepsi terhadap daya tahan benih) serta variabel eksternal (rekomendasi pihak lain, harga benih, dan akses benih bersertifikat). Hasil penelitian menunjukkan 56% petani menggunakan benih bersertifikat, sedangkan 44% menggunakan benih non-sertifikat. Petani memilih benih bersertifikat terutama karena kualitasnya, sementara harga menjadi alasan utama pemilihan benih non-sertifikat. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa persepsi terhadap daya tahan benih, harga benih, dan akses benih bersertifikat berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani, sedangkan variabel lainnya tidak berpengaruh signifikan.
Copyrights © 2026