Tanaman padi sebagai pangan utama di Indonesia menghadapi tantangan peningkatan populasi dan penurunan lahan panen. Di Desa Kendalsari, sebagian petani padi telah mengadopsi teknologi modern seperti mesin tanam dan alat panen, sementara yang lain masih bertahan pada metode tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pendapatan petani padi yang menerapkan teknologi tradisional dan modern di Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantatif komparatif melalui purposive sampling dengan jumlah sample 73 responden, 30 petani tradisional dan 43 petani modern. Dan di analisis menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan inferensial berupa editing, tabulasi dan uji t test. Hasil penelitian menunjukkan petani modern memperoleh pendapatan bersih rata-rata Rp. 28,3 juta/ha, lebih tinggi Rp. 3,7 juta dibandingkan petani tradisional yang hanya Rp. 24,6 juta/ha dengan perbedaan signifikan uji t-test t = 3,004; p = 0,004<0,05. Perbedaan ini terjadi karena teknologi modern mampu meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi kehilangan hasil, serta membantu proses budidaya, pemeliharaan dan panen menjadi optimal.Kata kunci: Pendapatan petani padi, teknologi tradisional, teknologi modern, usahatani padi, efisiensi produksi
Copyrights © 2026