Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di sektor perkebunan yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Pada tahun 2025, perubahan signifikan terjadi setelah diterbitkannya kebijakan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 4 Tahun 2025 tentang komoditas kopi termasuk sebagai penerima subsidi pupuk. Terdapat dua tujuan dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana tingkat keunggulan komparatif dan kompetitif usahatani kopi arabika dan 2) Bagaimana dampak dari kebijakan pemerintah terhadap struktur biaya, keuntungan, dan daya saing usahatani kopi arabika di Kelompok Tani Giri Makmur? Penelitian ini menggunakan metode Policy Analysis Matrix (PAM) dalam mengalanisis daya saing dan divergensi harga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usahatani kopi arabika di Kelompok Tani Giri Makmur memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Keunggulan tersebut didukung oleh kemampuan petani dalam menghasilkan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan biaya faktor domestik yang digunakan selama produksi. Sedangkan analisis kebijakan menunjukkan bahwa struktur biaya input tradable yang ditanggung petani masih lebih tinggi dibandingkan biaya ekonominya karena belum meratanya penerima subsidi pupuk di lokasi penelitian. Meskipun demikian, secara keseluruhan kebijakan yang berlaku masih memberikan keuntungan serta mendukung daya saing usahatani kopi arabika, sehingga kegiatan usahatani tetap layak dan berpotensi untuk terus dikembangkan.
Copyrights © 2026