Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan dan menganalisis determinan nilai tukar petani padi di Provinsi Sumatera Utara. Data yang digunakan merupakan data sekunder runtut waktu dengan periode tahun 2009 – 2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares untuk menguji luas panen, inflasi, harga pupuk urea bersubsidi, harga pupuk NPK bersubsidi, dan upah tenaga kerja terhadap nilai tukar petani padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan nilai tukar petani padi di Provinsi Sumatera Utara mengalami fluktuasi yang meningkat dan menurun. Determinan nilai tukar petani padi yang signifikan adalah harga pupuk area bersubsidi dengan tanda positif dan upah tenaga kerja dengan tanda negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa nilai tukar sebagai indikator kesejahteraan petani padi lebih sensitif terhadap perubahan biaya tenaga kerja dan kebijakan harga pupuk urea dibandingkan dengan faktor determinan dalam penelitian ini.
Copyrights © 2026