Kelancaran distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Perum BULOG menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional. Namun, operasional di Gudang BULOG Cisaranten masih menghadapi masalah efisiensi akibat banyaknya aktivitas tidak bernilai tambah pada aliran distribusi. Penelitian ini bertujuan memetakan seluruh rangkaian aktivitas fisik dan administratif serta mengidentifikasi titik pemborosan menggunakan metode Process Activity Mapping (PAM). Pendekatan studi kasus diterapkan untuk menganalisis setiap tahapan proses distribusi berdasarkan kategori operasi, transportasi, pemeriksaan, penyimpanan, dan penundaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas penundaan menjadi jenis pemborosan paling dominan dengan kontribusi mencapai 77,8% dari total durasi operasional gudang. Titik penumpukan waktu tersebut utamanya dipicu oleh keterlambatan penerimaan dokumen distribusi, lamanya antrean kendaraan, lemahnya koordinasi agenda eksternal dengan unit gudang, serta ketiadaan sistem informasi yang terintegrasi secara real-time. Analisis aktivitas mengonfirmasi bahwa ketidakselarasan metode kerja administratif menjadi penyebab utama yang memperpanjang penundaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemetaan lewat PAM berhasil mengidentifikasi struktur aktivitas yang tidak efisien, sehingga diperlukan simplifikasi proses dan sinkronisasi data antar aktor demi memangkas waktu tidak bernilai tambah pada jalur distribusi Gudang Cisaranten
Copyrights © 2026