Industri makanan dan minuman berbasis herbal di Indonesia mengalami pertumbuhan seiring dengan meningkatnya kesadaran kesehatan konsumen. Industri ini menggunakan bahan baku segar dan kering yang dapat memicu tingginya risiko kerusakan mutu bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi komunikasi terhadap mutu bahan baku di PT Minum Rempah Indonesia dengan mengintegrasikan komunikasi sebagai sumber risiko dan mutu bahan baku rempah sebagai kejadian risiko. Metode yang digunakan adalah House of Risk (HOR) Tahap 1 dan Tahap 2 untuk melihat hubungan sebab-akibat antara kegagalan komunikasi dengan penurunan mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktor yang terlibat meliputi manajer produksi, manajer operasional, supervisor, kepala produksi, kapten outlet, dan karyawan central kitchen. Masalah komunikasi yang harus segera diperbaiki di MRI adalah hambatan komunikasi karena sibuk kerja (A6) dan misinformasi data pesanan bahan baku pre-order (A3). Berdasarkan analisis HOR Tahap 2, dirumuskan strategi untuk mengurangi sumber risiko tersebut yaitu dengan membuatkan lembar kerja perhitungan forecasting (PA3) dan memaksimalkan pemantauan ESB Order (PA1).
Copyrights © 2026