Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis
Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026

Tingkat Kehilangan Pangan pada Setiap Tahapan Rantai Pasok Sayuran dalam Sistem Community Supported Agriculture Tani Sauyunan

Kayla Munaa Salsabiil Sukarna (Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran)
Agriani Hermita Sadeli (Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran)
Gilang Agustiar (Perkumpulan Seni Tani Bestari)



Article Info

Publish Date
11 Aug 2026

Abstract

Kehilangan pangan pada komoditas hortikultura menjadi permasalahan penting dalam sistem pangan karena sayuran bersifat mudah rusak dan berpotensi mengalami kehilangan di setiap tahapan rantai pasok. Community Supported Agriculture (CSA) Tani Sauyunan merupakan sistem distribusi pangan alternatif di Kota Bandung yang menghubungkan petani mitra dengan konsumen melalui rantai pasok pendek. Meskipun sistem CSA secara teoritis berpotensi mengurangi kehilangan pangan, belum terdapat pemetaan menyeluruh mengenai besaran kehilangan pangan pada setiap tahapan distribusinya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi besaran kehilangan pangan yang terjadi pada setiap tahapan rantai pasok dalam sistem CSA Tani Sauyunan selama satu siklus distribusi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data kuantitatif diperoleh melalui penimbangan langsung pada setiap tahapan rantai pasok selama empat minggu pada dua petani mitra utama (P1 dan P2) pada bulan April 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kehilangan pangan selama satu siklus distribusi mencapai 8,50% dari total berat panen yang diamati (130.937 gram). Tahap panen menjadi penyumbang kehilangan terbesar (6,03%), diikuti tahap pengemasan (2,07%), dan tahap transportasi (0,56%). P1 mencatat kehilangan 5,70%, sedangkan P2 mencatat kehilangan lebih tinggi (11,90%), terutama karena dominasi komoditas caisim yang sangat rentan terhadap serangan hama. Komoditas dengan kehilangan tertinggi adalah caisim (36,20%), siomak (21,22%), selada hijau/keriting (21,18%), dan selada romaine (17,46%). Temuan ini mengkonfirmasi bahwa sayuran berdaun memiliki risiko kehilangan tertinggi dalam sistem distribusi CSA.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

mimbaragribisnis

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil-hasil penelitian sosial ekonomi pertanian. Jurnal ini bertujuan untuk memperluas dan menciptakan inovasi dalam konsep, teori, paradigma, perspektif dan metodologi dalam ilmu sosial ...