Ketidakpastian iklim dan risiko bencana alam menjadi ancaman eksistensial bagi keberlanjutan sektor pertanian padi di Indonesia, khususnya di wilayah rawan banjir seperti Lampung Selatan. Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP) hadir sebagai mekanisme pengalihan risiko finansial, namun efektivitasnya sangat bergantung pada dinamika partisipasi petani dan kualitas pendampingan lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan partisipasi petani dan mengevaluasi efektivitas program dengan menempatkan intensitas pendampingan sebagai variabel moderasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metodologi Partial Least Square - Structural Equation Modeling (PLS-SEM), data dikumpulkan dari 85 petani padi di Kecamatan Palas melalui teknik survei. Hasil analisis menunjukkan bahwa luas lahan memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap partisipasi, sedangkan pengalaman usahatani dan kesesuaian jumlah pertanggungan berpengaruh positif signifikan. Temuan paling krusial mengonfirmasi bahwa intensitas pendampingan berperan sebagai moderator yang memperkuat hubungan antara partisipasi petani dan efektivitas program. Hal ini mengimplikasikan bahwa keberhasilan AUTP tidak hanya ditentukan oleh angka kepesertaan administratif, tetapi oleh kualitas interaksi antara penyuluh dan petani dalam memitigasi risiko di tingkat tapak.
Copyrights © 2026