Usahatani sayuran di Indonesia menghadapi kendala struktural berupa ketidakpastian pasar dan rendahnya adopsi teknologi. Kemitraan Agriter pada sekolah kejuruan di Kota Cimahi menawarkan solusi melalui penerapan Internet of Things (IoT) dan layanan off-taker. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi biaya transaksi serta menganalisis tingkat profitabilitas usahatani Agriter dalam kemitraan dengan PT. Inagri Global Teknologi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam, sedangkan data sekunder berasal dari catatan keuangan dan produksi. Analisis efisiensi biaya transaksi menggunakan kerangka Transaction Cost Economics (TCE), sementara profitabilitas dihitung melalui delapan indikator keuangan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat efisiensi biaya transaksi tergolong tinggi, ditandai dengan rendahnya biaya pemantauan dan biaya negosiasi, dengan posisi kemitraan berada pada struktur tata kelola integrasi vertikal (Kuadran IV). Di sisi lain, profitabilitas finansial masih mencatatkan kerugian dengan Net Farm Income sebesar -Rp310.812 dan R/C Ratio 0,88. Meskipun demikian, Gross B/C Ratio mencapai 1,02 setelah memperhitungkan manfaat nonfinansial, sehingga usaha ini secara sosial-ekonomi dinyatakan layak.
Copyrights © 2026