Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi waste pada kelompok produksi Stitching PT Ultimate Noble Indonesia, mengetahui penyebab waste menggunakan fishbone diagram, memberikan usulan perbaikan menggunakan lean manufacturing dan kaizen, serta mengukur peningkatan produktivitas setelah perbaikan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan lean manufacturing. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, kuesioner seven waste, wawancara stakeholder, dan data perusahaan pada periode Januari–April 2026. Alat analisis meliputi Value Stream Mapping (VSM), Work Sampling, Line Balancing, Fishbone Diagram, dan Kaizen. Hasil penelitian menunjukkan waste dominan adalah defects (priority score 20), inventory dan transportation (score 9 masing-masing). Cycle time tertinggi pada proses Strobeling sebesar 61,30 detik/pasang dengan WIP 800 pasang. Penyebab utama waste berasal dari faktor man (skill operator belum merata) dan method (standar kerja belum visual). Setelah perbaikan, output meningkat dari 600 menjadi 3.000 pasang/hari (naik 400%), achievement mencapai 100%, defect rate turun dari 5,20% menjadi 3,00%, rework dari 3,10% menjadi 1,80%, lead time dari 4,20 menjadi 2,80 hari, dan produktivitas meningkat dari 2,80 menjadi 3,60 pasang/operator/jam (naik 28,57%).
Copyrights © 2026