Glibenclamide adalah obat antidiabetes oral dengan kelarutan air yang buruk, sehingga mengakibatkan disolusi terbatas dan bioavailabilitas oral yang rendah. Pendekatan liquisolid, yang menggunakan Transcutol® sebagai pelarut non-volatil dan laktosa sebagai pembawa, merupakan strategi potensial untuk meningkatkan kinerja disolusinya. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi Transcutol® terhadap sifat fisik dan profil disolusi tablet liquisolid glibenclamide, serta untuk menentukan formulasi optimal. Tablet disiapkan dalam empat formulasi: F0 (kontrol), F1 (20%), F2 (30%), dan F3 (40%) Transcutol®, menggunakan metode kompresi langsung. Evaluasi meliputi sifat aliran granul, karakteristik fisik tablet, dan pengujian disolusi. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah diikuti dengan uji Tukey. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Transcutol® secara signifikan mempengaruhi (p<0,05) sifat fisik dan profil disolusi tablet. Transcutol® meningkatkan kekerasan dan disolusi tablet sekaligus mengurangi kerapuhan, tetapi memperpanjang waktu disintegrasi. Laktosa meningkatkan sifat aliran dan memfasilitasi penetrasi medium. Formula F3 menunjukkan profil disolusi tertinggi dan memenuhi kriteria kualitas fisik yang dapat diterima. Kesimpulannya, sistem liquisolid yang menggabungkan Transcutol® dan laktosa secara efektif meningkatkan sifat fisik dan disolusi tablet glibenclamide.
Copyrights © 2026