Program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) merupakan upaya promotif dan preventif untuk mendeteksi dini faktor risiko PTM yang menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian di Indonesia. Namun, pelaksanaannya di Puskesmas Baumata, Kabupaten Kupang, belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Posbindu PTM berdasarkan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang mencakup komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sebanyak delapan informan dipilih secara purposive, terdiri atas kepala puskesmas, penanggung jawab program, kader Posbindu PTM, pengelola program PTM Dinas Kesehatan, perangkat desa, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Posbindu PTM telah berjalan, tetapi belum optimal karena komunikasi belum merata, sarana dan prasarana masih terbatas, motivasi kader dipengaruhi minimnya insentif, serta koordinasi lintas sektor belum optimal. Disimpulkan bahwa peningkatan komunikasi, penguatan sarana dan prasarana, dukungan terhadap kader, serta koordinasi lintas sektor diperlukan untuk mengoptimalkan implementasi Program Posbindu PTM.
Copyrights © 2026