Pola linear economy yang masih diterapkan pada sistem produksi umumnya memanfaatkan material, energi, dan air secara kurang efisien sehingga volume limbah yang dihasilkan terus bertambah. Circular economy hadir sebagai strategi alternatif melalui prinsip reduce, reuse, recycle, remanufacture, dan recover untuk memperpanjang siklus hidup material sekaligus meningkatkan resource efficiency dalam sustainable production system. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi strategi dan praktik circular economy, menganalisis faktor pendukung dan penghambat penerapannya, memetakan metode pengukuran resource efficiency, serta mengidentifikasi celah penelitian yang relevan bagi bidang Teknik Industri, melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan kerangka PICOC terhadap 15 artikel terpilih yang memenuhi kriteria inklusi-eksklusi dari publikasi lima tahun terakhir (2021–2026). Hasil sintesis menunjukkan bahwa closed-loop production, remanufacturing, dan industrial symbiosis merupakan strategi circular economy yang paling banyak dibahas, dan artikel-artikel terbaru mulai mengaitkannya dengan Industry 4.0 serta kecerdasan buatan sebagai enabler. Limbah dan emisi karbon menjadi dimensi resource efficiency yang paling banyak dikaji, sementara aspek energi dan air masih kurang terwakili. Celah penelitian utama mencakup minimnya pengujian empiris terhadap model konseptual, terbatasnya representasi negara berkembang di luar perusahaan pelopor, serta minimnya kajian pada sektor agroindustri, yang menjadi dasar argumentasi kebaruan bagi penelitian lanjutan pada sistem produksi berkelanjutan lintas sektor.
Copyrights © 2026