Kegiatan pengoperasian mobile crane pada Perusahaan rental alat berat yang nantinya akan disewa oleh kontraktor kontraktor tertentu memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat berbagai potensi bahaya seperti beban jatuh, kegagalan unit, kondisi lingkungan kerja, mulai dari tanah amblas karena lokasi proyek yang kurang mendukung, serta kesalahan manusia karena terkendala alat pendukung untuk komukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan langkah pengendalian risiko pada pekerjaan operator mobile crane menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) yang meliputi identifikasi bahaya, penilaian tingkat kemungkinan serta penentuan tindakan pengendalian Risiko. Hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara wawancara kepada operator, mulai dari keluhan menghadapi situasi di proyek saat ada, dan juga bagaimana menghadapi saat lokasi proyek tersebut kurang mendukung saat melakukan pengangkatan, serta kekurangan air minum saat di proyek karena terbatasnya akses untuk membeli Dapat disimpulkan bahwa metode HIRARC efektif digunakan untuk meminimalisir permasalahan yang di alami operator dengan cara pengendalian risiko mulai memakai APD yang lengkap, breefing sebelum pekerjaan dimulai, pengawasan atau pendampingan saat melakukan pengangkatan oleh HSE (Health Safety Environment) di proyek tersebut.
Copyrights © 2026