Cacat berulang pada proses injection molding menurunkan proporsi produk baik dan dapat mengurangi efektivitas mesin meskipun proses masih berada dalam batas kendali statistik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas dan produktivitas produksi keranjang plastik melalui integrasi DMAIC, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Studi kasus dilakukan pada sebuah perusahaan plastik di Surabaya menggunakan data produksi 20 hari kerja, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Kondisi awal menunjukkan 665 cacat dari 17.280 unit, defect rate 3,85%, DPMO 9.620, level sigma 3,84, yield 96,15%, dan OEE 85,36%. Short shot merupakan cacat dominan (40,90%), sedangkan tekanan injeksi tidak stabil menjadi penyebab berisiko tertinggi dengan RPN 384. Usulan perbaikan mencakup standardisasi tekanan injeksi, cooling time minimum, monitoring suhu barrel, pengeringan material, dan pemeriksaan mold. Simulasi target perbaikan memproyeksikan penurunan cacat sebesar 25,56%, DPMO menjadi 7.162, level sigma menjadi 3,95, yield menjadi 97,14%, dan OEE menjadi 88,66%. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi indikator kualitas dan produktivitas dapat menghasilkan prioritas perbaikan yang lebih terukur; namun, manfaat aktual perlu dikonfirmasi melalui implementasi dan pengamatan pascaperbaikan.
Copyrights © 2026