Value Engineering (VE) merupakan pendekatan inovatif dan strategis dalam manajemen konstruksi untuk mengoptimalkan fungsi serta efisiensi biaya proyek secara menyeluruh melalui metode Life Cycle Cost Analysis (LCCA). Pada penelitian ini, VE diterapkan pada sistem struktur atas bangunan tiga lantai Gedung Kantor Kelurahan dengan diintegrasikan secara komprehensif bersama metode Life Cycle Assessment (LCA) tahapan A1–A4 sebagai basis analisis dampak lingkungan awal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi berbagai alternatif kombinasi material yang menghasilkan emisi karbon lebih rendah namun tetap mempertahankan efisiensi biaya dibanding material struktur eksisting, sekaligus memenuhi regulasi Permen PUPR No. 21/2021 (Menteri PUPR, 2021) tentang Bangunan Gedung Hijau (BGH). Hasil penilaian menggunakan analisis multi-kriteria (Multi-Criteria Analysis/MCA) menunjukkan Alternatif 1 (Beton Hijau + Balok Pracetak + Panel Lantai AAC) keluar sebagai skenario solusi paling optimal dengan perolehan skor tertinggi 7,92. Berdasarkan hasil pengujian kuantitatif, Alternatif 1 mampu mereduksi emisi karbon secara signifikan sebesar 39,74% dengan total nilai GWP sebesar 61.580,75 kg CO₂eq . Dari segi ekonomi, opsi ini memberikan penghematan biaya siklus hidup sebesar 24,08% (efisiensi senilai Rp 446.549.179,46). Meskipun Alternatif 2 menawarkan penghematan biaya tertinggi (27,58%), performa mitigasi emisi karbonnya dinilai sangat rendah (2,97%). Penelitian ini membuktikan bahwa integrasi LCA memberikan pengaruh dalam pengambilan keputusan rekayasa nilai berlanjutan.
Copyrights © 2026