Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan literasi digital dan implikasinya terhadap keberlanjutan usaha mikro pengrajin perempuan Orang Asli Papua (OAP) di Kampung Rayam, Kabupaten Mappi, Papua Selatan. Penelitian kualitatif studi kasus ini menghimpun data dari 13 informan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data dianalisis secara interaktif (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan) dengan triangulasi sumber serta teknik. Hasil penelitian menunjukkan profil literasi digital pengrajin berada pada tingkat sangat elementer (underdeveloped); 61,54% tidak memiliki gawai, 23,08% menggunakan feature phone, dan 15,38% memiliki smartphone. Pemanfaatan teknologi terbatas pada komunikasi personal dan belum menyentuh ranah komersial. Hambatan utama mencakup keterbatasan infrastruktur telekomunikasi dan listrik di wilayah 3T, kecemasan teknologi (technostress), keterbatasan kognitif, serta beban kerja domestik ganda. Meskipun demikian, keberlanjutan usaha bertahan melalui kearifan lokal (indigenous knowledge), keberlanjutan bahan baku alam (ibah dan kulit kayu jahar), serta agensi kolektif kelompok. Penelitian merekomendasikan penyediaan Digital Hub kampung, pelatihan berbasis andragogi ramah gender, dan pendampingan one-on-one mentoring untuk mentransformasikan usaha mikro di wilayah 3T.
Copyrights © 2026