Resistensi antibiotik yang terus meningkat mendorong eksplorasi antibakteri alternatif berbasis bahan alam, salah satunya ekstrak daun kitolod (Isotoma longiflora (L.) C. Presl). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa aktif, metode uji, konsentrasi optimal, daya hambat, dan kategori aktivitas antibakteri ekstrak daun kitolod terhadap berbagai bakteri patogen melalui literatur review terhadap artikel ilmiah terpilih. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun kitolod mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang aktif menghambat 12 spesies bakteri patogen Gram positif maupun Gram negatif. Daya hambat tertinggi diperoleh terhadap Streptococcus pyogenes (23,83 mm) dan Staphylococcus epidermidis (23,69 mm), keduanya berkategori kuat, sementara nilai MIC dan MBC yang setara pada konsentrasi 15% mengkonfirmasi sifat bakterisidal ekstrak. Aktivitas terbaik dominan dicapai melalui metode difusi agar pada konsentrasi 30–90%. Ekstrak daun kitolod berpotensi dikembangkan sebagai fitofarmaka dalam berbagai sediaan, meskipun uji in vivo dan klinis masih diperlukan.
Copyrights © 2026