Acne vulgaris merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh Cutibacterium acnes. Daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih cina sebelum dan sesudah dekolorisasi, menentukan konsentrasi optimum serum gel, serta mengevaluasi karakteristik fisiknya. Ekstrak diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 70%, dilanjutkan dekolorisasi dengan n-heksana dan freeze drying. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram terhadap Cutibacterium acnes (ATCC 6919). Serum gel diformulasikan pada konsentrasi 10% dan dievaluasi karakteristik fisiknya. Dekolorisasi meningkatkan aktivitas antibakteri secara signifikan (p = 0,006). Ekstrak hasil dekolorisasi menghasilkan zona hambat 25,92–25,94 mm (kategori sangat kuat), sedangkan serum gel 10% menghasilkan zona hambat 16,87 ± 0,30 mm dan stabil selama 15 hari. Disimpulkan bahwa dekolorisasi meningkatkan aktivitas antibakteri ekstrak, dan serum gel 10% berpotensi sebagai sediaan topikal antijerawat berbahan alam
Copyrights © 2026