Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi epistemologi burhān dalam perumusan pengetahuan Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui sintesis pemikiran Ibn Sina, al-Ghazali, dan Muhammad Abid al-Jabiri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari literatur primer dan sekunder mengenai epistemologi burhān, filsafat Islam, maqāṣid al-syarī‘ah, serta literatur Pendidikan Agama Islam, kemudian dianalisis menggunakan content analysis dengan pendekatan deskriptif-analitis dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi burhān tidak hanya berfungsi sebagai metode demonstrasi logis untuk memperoleh pengetahuan yang bersifat yakin, tetapi juga berkembang menjadi paradigma epistemologis yang mengintegrasikan wahyu, rasionalitas, tujuan syariat, dan realitas empiris dalam proses pembentukan pengetahuan PAI. Integrasi tersebut diwujudkan melalui lima tahapan, yaitu dimensi normatif-teologis (al-Marja’ al-Aṣlī), rasional-argumentatif (burhān ‘aqlī), tujuan syariat (maqāṣid al-syarī‘ah), kontekstual-empiris (al-Wāqi’), dan konstruksi pengetahuan PAI berbasis burhān. Penerapan model ini pada kajian riba menunjukkan bahwa pembelajaran PAI tidak berhenti pada pemahaman tekstual mengenai keharaman riba, tetapi mampu menjelaskan argumentasi rasional, tujuan syariat, serta relevansinya terhadap realitas ekonomi kontemporer. Dengan demikian, epistemologi burhān menghasilkan konstruksi pengetahuan PAI yang bersifat normatif, argumentatif, kontekstual, dan transformatif sehingga berkontribusi dalam membentuk peserta didik yang beriman, kritis, dan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan.
Copyrights © 2026