Kurikulum Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pendidikan Islam yang berfungsi sebagai pedoman dalam mencapai tujuan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Pengembangan kurikulum PAI tidak hanya membutuhkan pertimbangan pedagogis dan teknis, tetapi juga memerlukan landasan filosofis yang kuat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hakikat filsafat kurikulum PAI, landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis, serta relevansinya terhadap pengembangan kurikulum PAI di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh melalui penelaahan buku, artikel jurnal, dan berbagai sumber ilmiah yang relevan dengan filsafat pendidikan Islam dan pengembangan kurikulum PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat kurikulum PAI berorientasi pada pembentukan manusia yang memiliki keseimbangan antara aspek spiritual, intelektual, moral, sosial, dan keterampilan. Secara ontologis, kurikulum PAI berpijak pada pandangan Islam tentang manusia sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi. Secara epistemologis, sumber pengetahuan dalam pendidikan Islam mencakup wahyu, akal, pengalaman, dan penelitian ilmiah. Secara aksiologis, ilmu pengetahuan harus diarahkan pada pembentukan akhlak dan kemaslahatan kehidupan. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum PAI perlu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tetap relevan terhadap kebutuhan peserta didik dan tantangan zaman.
Copyrights © 2026