Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja. Di Kabupaten Tolitoli, khususnya Kecamatan Baolan, jumlah UMKM sektor kuliner terus meningkat, namun kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja lokal masih perlu dikaji secara lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi UMKM sektor kuliner, kondisi tenaga kerja, serta kontribusi UMKM sektor kuliner terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Tolitoli. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan lima pelaku UMKM kuliner dan lima tenaga kerja sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM sektor kuliner di Kecamatan Baolan mengalami pertumbuhan yang positif dan berkontribusi dalam menyerap 30 tenaga kerja dari lima usaha yang diteliti. Selain berorientasi pada keuntungan, pelaku UMKM juga memiliki motivasi sosial dalam menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat. Namun, pengembangan usaha masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, distribusi bahan baku, dan akses lokasi usaha yang strategis. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pemerintah melalui peningkatan akses permodalan, pelatihan kewirausahaan, serta penguatan ekosistem UMKM agar kontribusi sektor kuliner terhadap penyerapan tenaga kerja dan perekonomian daerah dapat terus meningkat.
Copyrights © 2026