Kemandirian finansial perempuan yang bekerja di sektor profesional tidak serta-merta mengubah pola relasi kuasa dalam rumah tangga, terutama di tengah masyarakat yang masih dipengaruhi konstruksi budaya patriarki. Penelitian ini bertujuan menganalisis posisi tawar perempuan karir dalam pengambilan keputusan strategis di rumah tangga, dengan fokus pada dosen dan staf kependidikan di lingkungan FISIP UMRAH. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap enam informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kemandirian finansial istri secara signifikan memperluas posisi tawar mereka di ranah domestik, namun belum mampu meruntuhkan hegemoni budaya patriarki secara utuh. Terdapat tiga temuan utama: pertama, dikotomi pengambilan keputusan di mana istri memiliki otonomi penuh pada urusan operasional harian, sementara hak veto keputusan strategis makro tetap dipegang suami, dengan pengecualian pada ranah pendidikan anak; kedua, dominasi maskulin bertransformasi menjadi hidden patriarchy yang memicu beban ganda (double burden) bagi istri akibat pelabelan pekerjaan domestik sebagai kodrat biologis; dan ketiga, istri mempraktikkan strategi kompromi asertif berupa "transparansi bersyarat" dalam pengelolaan anggaran serta pemanfaatan kapital ekonomi pribadi untuk menyewa jasa pihak ketiga demi menjaga stabilitas emosional dan harmoni keluarga.
Copyrights © 2026