Baja karbon rendah AISI 1018 banyak digunakan dalam berbagai aplikasi industri, namun memiliki kerentanan yang tinggi terhadap korosi, terutama pada lingkungan maritim yang mengandung ion klorida. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan ketahanan korosi pada baja karbon AISI 1018 yang dilapisi cat enamel dan cat akrilik, serta membandingkannya dengan spesimen tanpa lapisan (uncoated/raw material). Metode penelitian yang digunakan adalah uji perendaman (immersion test) dalam larutan Natrium Klorida (NaCl) dengan konsentrasi 3,5% selama variasi waktu 7, 14, 21, 28, dan 31 hari. Pengamatan visual secara makroskopis dilakukan untuk mengidentifikasi mekanisme degradasi dan perkembangan produk korosi pada permukaan spesimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen tanpa lapisan mengalami korosi merata (uniform corrosion) sejak awal perendaman, membentuk lapisan oksida besi (Fe3O4) berwarna abu-abu gelap kehitaman yang tebal. Lapisan cat akrilik mengalami kegagalan fungsi proteksi yang signifikan dengan ditemukannya korosi bawah lapisan (underfilm corrosion) berupa produk karat (Fe2O3.H2O) berwarna oranye kecokelatan yang menutupi seluruh permukaan akibat tingginya porositas cat. Sebaliknya, cat enamel menunjukkan performa proteksi fisik paling optimal dengan mempertahankan integritas lapisan di area utama hingga hari ke-31, di mana degradasi hanya terjadi secara lokal di area tepi (edge corrosion). Dengan demikian, cat enamel lebih direkomendasikan sebagai lapisan pelindung baja AISI 1018 pada lingkungan kaya klorida dibandingkan cat akrilik.
Copyrights © 2026