Rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah menyebabkan Bank Sampah di Desa Kebagoran belum berfungsi secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sebagai upaya reaktivasi Bank Sampah. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, penyuluhan, diskusi interaktif, dan pemasangan plang edukasi mengenai usia penguraian sampah. Kegiatan melibatkan pemerintah desa, pengurus Bank Sampah, kader, ketua RT, dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta manfaat ekonomi Bank Sampah. Selain itu, plang edukasi menjadi media informasi yang mendukung perubahan perilaku masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendukung reaktivasi Bank Sampah sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak agar pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan secara optimal.
Copyrights © 2026