Potensi tanaman kelengkeng di Desa Kebagoran belum sepenuhnya dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan daya saing dan pendapatan masyarakat. Daun kelengkeng yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki peluang untuk diolah menjadi produk teh sebagai inovasi UMKM berbasis potensi lokal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengembangkan produk teh daun kelengkeng sekaligus membangun identitas dan daya saing produk melalui branding, packaging, digital marketing, serta perlindungan Kekayaan Intelektual (HKI). Metode pengabdian dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Materi kegiatan meliputi praktik pembuatan teh daun kelengkeng, pembuatan nama dan logo produk, pengembangan desain kemasan, strategi pemasaran melalui media sosial, serta edukasi dan pendampingan mengenai pentingnya pendaftaran HKI merek dan logo. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah daun kelengkeng menjadi produk teh, mengembangkan identitas merek, membuat kemasan yang lebih menarik, memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran, serta memahami pentingnya perlindungan merek dan logo. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pendampingan produksi, pemasaran, pengembangan varian produk, dan proses pendaftaran HKI secara berkelanjutan agar teh daun kelengkeng dapat berkembang sebagai produk unggulan UMKM Desa Kebagoran.
Copyrights © 2026