Penelitian ini membahas strategi peningkatan kesiapan operasi Batalyon Mekanis jajaran Kodam Jaya dalam mendukung tugas pengamanan daerah rawan Papua. Permasalahan utama penelitian terletak pada adanya perbedaan antara orientasi pembinaan Kodam Jaya yang lebih berfokus pada pengamanan ibu kota, objek vital nasional, dan stabilitas pusat pemerintahan dengan tuntutan operasi di Papua yang memiliki karakteristik medan berat, ancaman bersenjata, keterbatasan infrastruktur, serta dinamika sosial yang kompleks. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap unsur komando, staf operasi, dan personel Batalyon Mekanis yang memahami penyiapan maupun pengalaman operasi di Papua. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi, serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan operasi satuan secara umum berada pada kategori baik, terutama pada aspek kemampuan tempur, disiplin, mental prajurit, kepemimpinan lapangan, soliditas satuan, dan kemampuan adaptasi. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan optimalisasi kendaraan tempur, dukungan logistik, komunikasi, pemeliharaan alutsista, latihan realistis, dan pemahaman budaya lokal. Strategi utama yang direkomendasikan adalah strategi SO melalui peningkatan latihan berbasis karakteristik Papua, penguatan mental dan disiplin, optimalisasi teknologi komunikasi dan intelijen, serta penguatan kerja sama lintas instansi dan pendekatan teritorial.
Copyrights © 2026