Keberhasilan Satgas Garuda dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon tidak hanya ditentukan oleh kemampuan taktis dan kepatuhan terhadap mandat PBB, tetapi juga oleh kesejahteraan, dukungan psikologis, kepemimpinan, dan kohesi satuan yang menopang moril prajurit. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kesejahteraan dan dukungan psikologis dalam penguatan moril prajurit Satgas Garuda selama penugasan di Lebanon. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sekuensial eksplanatori yang diperdalam melalui studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi terbatas, angket, dan studi dokumentasi terhadap prajurit pelaksana, unsur komando, pembina mental, serta pejabat kebijakan terkait. Analisis dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa, serta diperkuat melalui SWOT, IFAS, EFAS, dan SFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan berupa tunjangan, akomodasi, logistik, layanan kesehatan, rekreasi, dan akses komunikasi keluarga menjadi fondasi rasa aman prajurit. Dukungan psikologis melalui pembinaan mental, konseling, kepemimpinan suportif, dan kekompakan tim menjaga stabilitas emosional. Namun, masih terdapat tantangan berupa ketidakmerataan fasilitas antarpos, konseling yang belum terstruktur, dan tekanan akibat jarak keluarga serta dinamika keamanan. Kesimpulannya, moril prajurit dapat diperkuat melalui integrasi kesejahteraan, dukungan psikologis, kepemimpinan empatik, dan kohesi satuan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026