Industri film independen di Indonesia menghadapi tantangan ganda antara keterbatasan infrastruktur fisik dan tuntutan adaptasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi manajemen produksi kreatif dan strategi distribusi digital dapat menjadi solusi bagi keberlanjutan sineas independen. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan data survei primer terhadap praktisi film di berbagai wilayah Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas sineas (berusia karir 1-3 tahun) menghadapi hambatan utama pada aspek pendanaan dan birokrasi perizinan. Namun, terdapat korelasi positif antara penggunaan platform digital (OTT dan Media Sosial) dengan peningkatan eksistensi karya. Kepemimpinan sutradara dalam menjaga alur komunikasi dan kontinuitas selama pascaproduksi menjadi faktor penentu kualitas teknis di tengah keterbatasan daya. Kata kunci: Distribusi digital, Film independen, Kepemimpinan kreatif, Manajemen produksi, Perfilman Indonesia. Indonesia
Copyrights © 2026