Triclosan (TCS) adalah bahan antibakteri yang umum terdapat dalam pasta gigi dan dikaitkan dengan dampak negatif bagi kesehatan, sehingga diperlukan alternatif alami. Penelitian ini mengevaluasi potensi ekstrak daun dan batang Sonneratia caseolaris sebagai pengganti TCS. Ekstrak diperoleh melalui proses maserasi dan dianalisis kandungan fitokimianya. Penyaringan kualitatif menggunakan prosedur Farnsworth yang dimodifikasi mendeteksi adanya polifenol, flavonoid, kuinon, saponin, terpenoid, dan steroid. Kadar fenolik total terukur sebesar 20,964% (daun) dan 8,419% (batang), sedangkan kadar flavonoid mencapai 1,465% (daun) dan 0,326% (batang). Efektivitas antibakteri diuji terhadap Streptococcus mutans, Porphyromonas gingivalis, dan Pseudomonas aeruginosa menggunakan metode difusi sumur pada konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40%. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun menunjukkan aktivitas pada konsentrasi 40%, sedangkan ekstrak batang efektif mulai dari konsentrasi 20%. Temuan ini menunjukkan bahwa S. caseolaris merupakan alternatif yang layak untuk TCS berkat sifat antibakterinya pada konsentrasi 20% dan 40%. Namun, kelarutan sampel yang rendah secara signifikan memengaruhi hasil, yang menunjukkan bahwa diperlukan optimasi lebih lanjut untuk aplikasi praktis.
Copyrights © 2026