Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan yang memengaruhi kepuasan pasien, terutama peserta JKN seperti BPJS Kesehatan. Penelitian mengenai kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di klinik rawat inap masih terbatas, sehingga evaluasi kualitas pelayanan diperlukan sebagai dasar peningkatan mutu layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien BPJS rawat inap terhadap pelayanan kefarmasian di Klinik Prima Husada. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 66 pasien BPJS yang menjalani rawat inap dan telah memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner yang mencakup lima dimensi yaitu kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi dengan skor tertinggi adalah kehandalan (90,15), disusul jaminan (85,05) dan empati (80,83) dalam kategori sangat puas, sedangkan dimensi daya tanggap (77,68) dan bukti langsung (75,38) memperoleh kategori puas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kefarmasian di Klinik Prima Husada secara keseluruhan telah berjalan dengan baik dan mampu memenuhi harapan sebagian besar pasien BPJS rawat inap. Aspek komunikasi dan fasilitas fisik masih perlu mendapat perhatian dan ditingkatkan agar dapat mendukung tercapainya kepuasan pasien yang lebih optimal. Temuan ini dapat menjadi dasar evaluasi manajemen pelayanan kefarmasian dalam meningkatkan mutu pelayanan BPJS.
Copyrights © 2026