Bencana alam berdampak signifikan terhadap kesehatan mental anak dan keluarga, terutama dalam menimbulkan gejala Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), kecemasan, dan depresi, sehingga dibutuhkan intervensi keperawatan komunitas yang terstruktur untuk memulihkan kesejahteraan psikologis dan membangun ketahanan keluarga pascabencana. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Modul Keperawatan Pasca Bencana dalam menurunkan gejala PTSD dan kecemasan/depresi anak, serta meningkatkan ketahanan keluarga pada keluarga penyintas bencana di Indonesia. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan dua kelompok (intervensi dan kontrol) dan tiga titik pengukuran (T0: baseline; T1: pasca-intervensi; T2: follow-up 4-6 minggu) yang melibatkan 100 keluarga (50 intervensi, 50 kontrol). Instrumen yang digunakan meliputi Child PTSD Symptom Scale (CPSS), Revised Children's Anxiety and Depression Scale (RCADS), dan Family Resilience Scale (FRS), dengan GHQ-12 dan MSPSS sebagai kovariat, dianalisis menggunakan Repeated Measures ANOVA dan ANCOVA. Hasil menunjukkan kelompok intervensi mengalami penurunan gejala PTSD 61,8%, penurunan kecemasan/depresi 57,2%, dan peningkatan ketahanan keluarga 58,2%, dengan interaksi Kelompok x Waktu signifikan pada seluruh outcome (p < .001; η²p = 0,183-0,443) yang tetap signifikan setelah mengontrol kovariat. Modul Keperawatan Pasca Bencana terbukti efektif secara klinis dan statistik sehingga direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam program pemulihan kesehatan mental pascabencana di Indonesia.
Copyrights © 2026