Latar Belakang: Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang memiliki efektivitas tinggi (>99%). Meskipun aman, cakupan kepesertaan AKDR di wilayah kerja Puskesmas Helvetia masih tergolong rendah dibandingkan kontrasepsi jangka pendek seperti suntik dan pil. Namun, pemanfaatan AKDR pada Pasangan Usia Subur (PUS) masih tergolong rendah dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Rendahnya penggunaan AKDR dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor karakteristik individu, pengetahuan, sikap, dukungan pasangan(Suami). Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor (pengetahuan, usia, paritas, dan dukungan suami yang berhubungan dengan rendahnya minat penggunaan alat kontrasepsi AKDR pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Puskesmas Helvetia Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Pasangan Usia Subur (PUS) dengan sampel sebanyak 51 responden yang diambil menggunakan teknik sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan analisis data menggunakan analisis univariat serta bivariat dengan uji statistik Chi-Square (). Hasil: Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan () , usia ibu () , paritas () , dan dukungan suami (), pendidikan () dengan minat penggunaan AKDR pada pasangan usia subur di Puskesmas Helvetia. Fakta di lapangan mengindikasikan bahwa minimnya pengetahuan dan ketiadaan dukungan suami menjadi faktor dominan pemicu rendahnya minat akseptor. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, usia, paritas, pendidikan , dan dukungan suami dengan rendahnya minat penggunaan kontrasepsi AKDR. Disarankan bagi pihak Puskesmas Helvetia untuk meningkatkan kegiatan promosi kesehatan, edukasi yang interaktif, serta melibatkan peran aktif suami dalam konseling Keluarga Berencana (KB).
Copyrights © 2026