Prevalensi yang terus meningkat di Indonesia maupun secara global, kanker prostat salah satu penyebab utama kematian pada pria. Tahun 2022, 13.130 kasus baru kanker prostat di Indonesia yang mengakibatkan 4.860 kematian. Penelitian ini dengan mempertimbangkan karakteristik individu, masih jarang dilakukan. Tujuan menganalisis hubungan antara tata laksana kasus kanker terhadap perbaikan nilai PSA di Rumah Sakit Kanker Dharmais dengan mempertimbangkan faktor seperti usia, status gizi, status pernikahan, jaminan kesehatan nasional dan status pekerjaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data rekam medis pasien kanker prostat tahun 2024. Total sampel 70 pasien. Hasil analisis univariat menunjukkan 47 responden (67,1%) mengalami perbaikan PSA, sedangkan 23 responden (32,9%) tidak mengalami perbaikan. Pemberian obat dilakukan pada 42 responden (60%) dan prosedur lainnya pada 28 responden (40%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tata laksana dan perbaikan PSA (p=0,006; OR=4,904; CI 95% 1,682–14,296). Analisis multivariat memperkuat hasil tersebut, tatalaksana tetap berhubungan signifikan setelah dikontrol usia, status pernikahan, dan pekerjaan (p=0,015; OR=6,345; CI 95% 1,437–28,012). Rekomendasi: Rumah sakit sebaiknya memperkuat tatalaksana terintegrasi dengan mempertimbangkan faktor sosiodemografi pasien dalam perencanaan terapi guna meningkatkan perbaikan prostate spesifik antigen. Kata kunci: kanker prostat, prostate spesifik antigen, tatalaksana, abiraterone
Copyrights © 2026