Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas ibu maupun bayi. Identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia diperlukan sebagai dasar penyusunan strategi pencegahan yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia, paritas, jarak kehamilan, dan pekerjaan SSdengan kejadian anemia pada ibu hamil di RSU Haji Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional retrospektif. Populasi penelitian berjumlah 3.017 ibu hamil yang menjalani pemeriksaan antenatal periode 2023–2025, dengan sampel sebanyak 97 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,9% responden mengalami anemia. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara usia (p=0,004), paritas (p=0,033), jarak kehamilan (p=0,001), dan pekerjaan (p=0,022) dengan kejadian anemia. Proporsi anemia lebih tinggi pada ibu dengan usia berisiko, primigravida, jarak kehamilan <24 bulan, dan ibu yang bekerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usia, paritas, jarak kehamilan, dan pekerjaan berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil, dengan jarak kehamilan sebagai faktor yang memiliki hubungan statistik paling kuat. Temuan ini dapat menjadi dasar penguatan pelayanan antenatal melalui deteksi dini anemia, edukasi gizi, serta peningkatan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).
Copyrights © 2026