Kajian ini menelaah sejumlah karakteristik finansial yang berkaitan dengan upaya korporasi menekan kewajiban fiskalnya pada emiten industri kebutuhan dasar di pasar modal Indonesia sepanjang 2022-2024. Informasi empiris dihimpun dari publikasi tahunan dan laporan keuangan yang telah memperoleh pemeriksaan auditor. Penyaringan berdasarkan kriteria tertentu menghasilkan 93 unit pengamatan lintas entitas dan waktu yang selanjutnya dianalisis menggunakan estimasi panel. Variabel respons dinyatakan melalui proporsi beban pajak terhadap laba sebelum pajak. Adapun faktor penjelas dibentuk dari logaritma natural total aset, perbandingan keseluruhan liabilitas dengan aset, laba bersih relatif terhadap aset, serta proporsi aset tetap dalam keseluruhan aset. Diagnostik Chow-Hausman menetapkan estimator fixed-effects sebagai spesifikasi yang paling sesuai. Estimasi empiris memperlihatkan bahwa peningkatan skala korporasi dan penguatan kapasitas menghasilkan laba berkaitan secara nyata dengan penurunan proporsi beban pajak. Kondisi tersebut mengisyaratkan semakin intensifnya strategi efisiensi fiskal. Sebaliknya, ketergantungan terhadap pembiayaan berbasis utang dan besarnya investasi pada aset berwujud belum memberikan kontribusi statistik yang meyakinkan. Nilai adjusted R-squared sebesar 60,3535% mengindikasikan bahwa kombinasi prediktor dalam model mampu menerangkan sebagian besar variasi perilaku fiskal entitas sampel.
Copyrights © 2026