Pertumbuhan populasi sapi di Provinsi Riau berjalan lambat sehingga produksi daging sapi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara angka kelahiran hasil Inseminasi Buatan (IB) yang tercatat dalam iSIKHNAS menunjukkan tren penurunan dalam lima tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan merumuskan alternatif kebijakan yang paling efektif untuk meningkatkan keberhasilan IB guna mempercepat pertumbuhan populasi sapi dan produksi daging lokal. Metode yang digunakan adalah Multi-Criteria Analysis (MCA) dengan skoring 1–10 terhadap tiga alternatif kebijakan berdasarkan kriteria efektivitas, efisiensi, keberlanjutan, keterukuran, dan penerimaan sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa optimalisasi penerapan sistem monitoring dan evaluasi digital terintegrasi berbasis iSIKHNAS–Sikomandan memperoleh skor tertinggi (43), dibandingkan peningkatan kompetensi inseminator (40) dan pengembangan kemitraan daerah (41). Disimpulkan bahwa penguatan tata kelola melalui pemanfaatan data iSIKHNAS–Sikomandan sebagai instrumen monitoring, evaluasi, dan penilaian kinerja merupakan langkah strategis paling tepat untuk mendukung keberhasilan program IB di Provinsi Riau.
Copyrights © 2026