Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi kerja pegawai pada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta mengkaji hubungan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja pegawai. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya motivasi sebagai faktor yang memengaruhi kinerja dan kepuasan kerja dalam organisasi pemerintahan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, observasi, serta wawancara mendalam terhadap pegawai di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Analisis penelitian mengacu pada Teori Dua Faktor Frederick Herzberg dan Teori Motivasi David McClelland. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja pegawai dipengaruhi oleh penghargaan, apresiasi, pengakuan atas kinerja, serta kesempatan untuk berkembang yang diberikan oleh pimpinan. Faktor-faktor tersebut terbukti berkontribusi terhadap meningkatnya kepuasan kerja dan semangat kerja pegawai. Penelitian juga menemukan adanya hubungan yang erat antara motivasi kerja dan kepuasan kerja, di mana semakin tinggi motivasi yang diperoleh melalui penghargaan dan kesempatan berprestasi, semakin tinggi pula tingkat kepuasan kerja pegawai. Secara teoretis, temuan penelitian menguatkan Teori Dua Faktor Herzberg yang menekankan pentingnya faktor motivator, seperti prestasi, pengakuan, dan peluang pengembangan diri, dalam meningkatkan kepuasan kerja. Selain itu, hasil penelitian juga mendukung Teori Motivasi David McClelland, yang menunjukkan bahwa motivasi kerja pegawai didorong oleh kebutuhan akan prestasi (need for achievement), afiliasi (need for affiliation), dan kekuasaan (need for power). Dengan demikian, peningkatan motivasi melalui pemberian penghargaan, pengakuan, dan kesempatan pengembangan karier menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepuasan kerja pegawai di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Copyrights © 2026