Kekerasan seksual pada penyandang disabilitas di Indonesia masih terhambat oleh minimnya akurasi data prevalensi nasional. Penelitian kuantitatif ini bertujuan menguji pengaruh sikap masyarakat terhadap kesadaran akan kesenjangan data tersebut. Survei dilakukan terhadap 451 responden di wilayah urban menggunakan teknik purposive sampling. Karakteristik partisipan didominasi oleh perempuan (57%) serta kelompok usia produktif (18-24 tahun). Mengacu pada Model Tripartit Sikap (Rosenberg & Hovland, 1960), analisis regresi menunjukkan bahwa pengetahuan risiko, persepsi trauma, dan dukungan kebijakan inklusif berpengaruh positif signifikan terhadap kesadaran data (R2 = 0,701; p < 0,001). Temuan mediasi mengungkapkan bahwa kesadaran akan hambatan pelaporan berfungsi sebagai mediator parsial yang signifikan. Analisis tematik pendukung mempertegas bahwa stigma yang dilembagakan serta ketergantungan ekonomi menjadi rintangan utama bagi korban. Penelitian menyimpulkan bahwa data yang minim mencerminkan sistem yang belum inklusif. Rekomendasi mencakup reformasi sistem pelaporan yang ramah disabilitas serta penguatan peran praktisi pekerjaan sosial dalam mengeliminasi hambatan sistemik.
Copyrights © 2026