Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam aspek branding dan pemasaran produk. UMKM “2 Saudara” di Desa Somosari, Kabupaten Jepara, merupakan salah satu pelaku usaha makanan ringan yang mengalami keterbatasan pada identitas visual, desain kemasan, dan strategi promosi sehingga berdampak pada rendahnya daya saing produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model pendampingan rebranding berbasis partisipatif guna memperkuat citra dan daya saing produk lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan desain, implementasi rebranding, serta evaluasi hasil pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan identitas visual baru, perbaikan desain kemasan, dan strategi komunikasi merek mampu meningkatkan persepsi positif konsumen serta memperluas jangkauan pemasaran. Model pendampingan berbasis partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman mitra terhadap pentingnya branding serta mendorong keberlanjutan pengembangan usaha. Pengabdian ini merekomendasikan penerapan model serupa pada UMKM lain untuk memperkuat daya saing produk lokal berbasis desa. Kata Kunci: rebranding UMKM, produk lokal, desa Somosari
Copyrights © 2026