Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan tablet hisap ekstrak kulit pisang raja (Musa x paradisiaca L.) dengan variasi konsentrasi ekstrak 20%, 25%, dan 30% menggunakan metode granulasi basah, serta mengevaluasi sifat fisik granul dan profil disolusinya. Evaluasi granul meliputi uji laju alir, sudut diam, kadar air, dan kompresibilitas. Uji disolusi dilakukan pada menit ke-5, 10, 15, 20, 30, 45, dan 60, kemudian data dianalisis menggunakan model kinetika orde nol, orde satu, dan Higuchi untuk menentukan pola pelepasan zat aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan mutu granul, dengan laju alir Formula I, II, dan III berturut-turut 11,25; 10,29; dan 10,79 g/detik; sudut diam 29,25°; 28,37°; dan 29,25°; kadar air 2,94%; 4,76%; dan 4,72%; serta kompresibilitas 19,70%; 16,92%; dan 11,11%. Hasil uji disolusi menunjukkan nilai %disolusi yang rendah pada seluruh formula (Formula I 0,656%, Formula II 0,608%, Formula III 0,625%) sehingga belum memenuhi syarat 70% dalam 30 menit, diduga akibat keterbatasan alat uji disolusi. Analisis kinetika menunjukkan Formula I dan III mengikuti model orde nol (R² 0,949 dan 0,804), sedangkan Formula II mengikuti model Higuchi (R² 0,959). Dapat disimpulkan bahwa proses granulasi basah menghasilkan granul dengan sifat fisik yang baik pada seluruh formula, namun profil disolusi tablet hisap masih memerlukan optimasi lebih lanjut.
Copyrights © 2026