Nilai tukar Rupiah merupakan salah satu indikator stabilitas makroekonomi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, suku bunga domestik, dan jumlah uang beredar sebagai faktor internal, serta arus modal asing (FDI), suku bunga The Fed, dan harga minyak dunia sebagai faktor eksternal terhadap nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder dengan metode Markov Switching Regression (MSR) untuk mengidentifikasi kemungkinan perbedaan perilaku nilai tukar pada dua kondisi perekonomian, yaitu rezim stabil dan rezim krisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rezim stabil, suku bunga domestik dan jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap pelemahan Rupiah, sementara inflasi mendorong apresiasi Rupiah. Pada rezim krisis, suku bunga domestik dan jumlah uang beredar tetap berpengaruh signifikan terhadap pelemahan nilai tukar, sedangkan inflasi tidak berpengaruh signifikan. Secara eksternal, suku bunga The Fed berpengaruh signifikan terhadap pelemahan Rupiah dan harga minyak dunia berpengaruh signifikan terhadap apresiasi pada kedua rezim, sementara FDI tidak menunjukkan pengaruh signifikan.
Copyrights © 2026