CV Aceh Socolatte menghadapi tantangan berupa fluktuasi permintaan pasar yang menyebabkan ketidakpastian volume produksi akibat ketergantungan pada estimasi konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan akurasi beberapa metode peramalan kuantitatif guna menemukan model terbaik dengan tingkat kesalahan paling minimal sebagai basis perencanaan produksi. Metode yang dikomparasikan adalah Trend Least Square serta Moving Average (parameter 3-bulanan dan 5-bulanan) dengan memanfaatkan basis data historis penjualan bulanan produk olahan coklat varian Original 450 gr periode Januari 2020 hingga Desember 2022 (n = 36 bulan). Tingkat akurasi kesalahan diuji secara ketat menggunakan matriks Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil komputasi menunjukkan bahwa ketiga metode memiliki performa sangat baik dengan nilai galat di bawah 10%. Metode Moving Average 3-Bulanan (MA-3) terbukti menjadi model terbaik (best-fit model) karena menghasilkan nilai MAPE terkecil yaitu sebesar 4,11%, disusul oleh Moving Average 5-Bulanan (MA-5) sebesar 4,73%, dan Trend Least Square sebesar 8,93%. Karakteristik data penjualan dua tahun terakhir yang cenderung stasioner pada rentang 230–250 unit mendasari tingginya akurasi metode rata-rata bergerak dibanding tren linear. Implikasi praktis dari penelitian ini memberikan rekomendasi angka proyeksi yang stabil bagi manajemen untuk menyusun Jadwal Induk Produksi (JIP) demi memitigasi risiko overproduction maupun stockout.
Copyrights © 2026