Penjadwalan pertandingan olahraga profesional seperti Indian Premier League merupakan permasalahan kombinatorial yang kompleks karena melibatkan keterbatasan waktu, tempat pertandingan, dan konflik antar tim. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja algoritma greedy, backtracking, dan brute force dalam menyelesaikan masalah penjadwalan IPL. Data yang digunakan adalah dataset jadwal IPL 2022 yang terdiri atas 70 pertandingan, sepuluh tim, dan lima tempat pertandingan. Penelitian dilakukan dengan menguji ketiga algoritma pada enam fase jumlah pertandingan, yaitu 15, 20, 25, 30, 35, dan 70 pertandingan, dengan masing-masing sepuluh kali percobaan. Parameter evaluasi meliputi waktu eksekusi, jumlah pertandingan valid, dan jumlah konflik jadwal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma greedy memiliki waktu eksekusi rata-rata 0,0001 detik dengan kemampuan menangani 70 pertandingan, sementara algoritma backtracking memerlukan waktu 1.643 detik pada fase 30 pertandingan. Algoritma brute force menunjukkan waktu eksekusi 13.947 detik pada fase 30 pertandingan. Ketiga algoritma berhasil menghasilkan jadwal tanpa konflik. Kesimpulan penelitian ini adalah algoritma greedy lebih unggul dalam efisiensi waktu dan skalabilitas untuk penjadwalan IPL skala besar.
Copyrights © 2026