Abstrak. Kegiatan budidaya ikan nila merah di kolam usaha Bernila, Cimahi, selama ini masih ditangani secara manual, mulai dari pemberian pakan dua kali sehari tanpa jadwal tetap hingga pengecekan kualitas air yang hanya mengandalkan pengamatan visual dan sesekali alat TDS genggam. Cara kerja demikian rawan meleset baik dari sisi waktu pemberian pakan maupun ketelitian data air kolam sehingga berpotensi menurunkan hasil panen. Penelitian ini merancang sistem pemberi pakan otomatis sekaligus pemantau kualitas air berbasis Internet of Things dengan ESP32 sebagai pengendali utama. Pengembangan mengikuti model ADDIE, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Perangkat keras meliputi sensor suhu DS18B20, sensor pH 4502C, sensor TDS SEN0244, modul RTC DS3231 untuk penjadwalan, serta motor servo SG90 sebagai pembuka wadah pakan, dengan data ditampilkan pada dashboard Node-RED secara real-time. Uji lapangan menunjukkan servo bekerja tanpa kendala pada setiap jadwal pakan, suhu air 23-27°C, pH 6,77-6,90, dan TDS 425-620 ppm, seluruhnya masih aman bagi ikan nila merah. Validasi terhadap water meter EZ-9908 menunjukkan akurasi sensor suhu rata-rata 98,89%, sensor TDS 98,12%, dan sensor pH 97,90%, dengan galat di bawah 3,2% pada sebagian besar pengukuran. Hasil ini menunjukkan sistem layak dipakai sebagai alternatif otomatisasi budidaya ikan nila skala kecil-menengah.
Copyrights © 2026