Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) merupakan komunikasi utama bagi penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara. Guna mewujudkan lingkungan kampus yang inklusif, Lembaga Layanan Disabilitas Universitas Pamulang memberikan pelatihan BISINDO bagi volunteer. Namun, pelatihan ini hanya diadakan dua kali dalam setahun, sehingga tanpa pelatihan mandiri yang rutin, volunteer berpotensi untuk lupa isyarat. Lalu media pembelajaran mandiri yang tersedia masih terbatas pada modul statis yang tidak menampilkan isyarat dengan jelas, sehingga tanpa pendampingan ahli, maka pemahaman menjadi tidak maksimal. Kemudian dalam praktik di lapangan, volunteer yang kurang mahir cenderung bergantung pada alat bantu seperti pengubah suara ke teks, yang dapat mengurangi pelatihan BISINDO dan menghambat kelancaran berbahasa isyarat. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini merancang sistem penerjemah teks Bahasa Indonesia ke dalam BISINDO berbasis website menggunakan algoritma rule-based. Sistem mencocokkan teks masukan dengan aturan pada basis pengetahuan dan menampilkan hasil terjemahan dalam bentuk gambar atau video isyarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu membantu volunteer dalam mengingat isyarat BISINDO saat dibutuhkan, mengatasi keterbatasan modul statis, serta mengurangi ketergantungan terhadap alat bantu lain selama proses pendampingan.
Copyrights © 2026